Daftar Gaji PNS Saat Ini

GAJI PNS YANG SEMAKIN TINGGI.

BISAKAH PNS SEJAHTERA DARI GAJI ITU?

menghitung uang gajiGaji pokok terendah Rp 1,040 juta. Gaji pokok tertinggi Rp 3,4 juta

Perbaikan gaji pokok dan tunjangan sepanjang 2005 – 2009 menyebabkan peningkatan kesejahteraan aparatur negara, dalam bentuk kenaikan take home pay pegawai.

Perinciannya, PNS dengan pangkat terendah (golongan I/a tidak kawin) meningkat dari Rp 674 ribu pada 2005 menjadi Rp 1,721 juta pada 2009. Bagi guru dengan pangkat terendah (golongan I/a tidak kawin) meningkat dari Rp 1 juta pada 2005 menjadi Rp 2,3 juta pada 2009. Sedangkan, bagi anggota TNI/Polri dengan pangkat terendah (tamtama) naik dari Rp 1,27 juta pada 2005 menjadi Rp 2,296 juta pada 2009.

Berikut ini perincian detail gaji PNS dari golongan terendah ke tertinggi:

Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.040.000
Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 1.091.700
Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 16 tahun sebesar Rp 1.262.700

Pegawai Golongan II a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.320.300
Pegawai Golongan II b dengan masa kerja 5 tahun sebesar Rp 1.462.300
Pegawai Golongan II b dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp 1.650.800

Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 3 tahun sebesar Rp 1.487.600
Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 7 tahun sebesar Rp 1.561.600
Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp 1.720.700

Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 3 tahun sebesar Rp 1.550.600
Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 7 tahun sebesar Rp 1.627.600
Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp Rp 1.793.400

Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.655.800
Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 1.738.100
Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 1.869.300

Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.954.300
Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.051.400
Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 10 tahun sebear Rp 2.206.200
Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp 2.880.800

Sementara untuk pejabat eselon I, yaitu golongan IV d dan golongan IV e

Golongan IV d dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 2.212.900
Golongan IV d dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.322.900
Golongan IV d dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 2.498.200
Golongan IV d dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp3.262.000

Golongan IV e dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 2.306.500
Golongan IV e dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.421.200
Golongan IV e dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 2.603.900
Golongan IV e dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp 3.400.000 Baca selebihnya »

HUT RI KE-64 DI DESA KEMAMANG

ANEKA LOMBA PADA SEMARAK KEMERDEKAAN DI DESA KEMAMANG

Tema Peringatan HUT RI ke-64 di Desa Kemamang kali ini adalah :
“ KEMERDEKAAN YANG INDAH, SEHAT DAN SEJAHTERA”

Spanduk RT 1

Spanduk RT 1

Peringatan kali ini adalah giliran dukuh jetis sebagai tuan rumahnya, Tapi Pelaksanaanya akan di laksanakan di lapangan Dukuh Kemamang dengan tetap mengedepankan suasana  keakraban dan persatuan warga sendiri. Oleh sebab itu, Rasa kompetisi di masing-masing RT harus tetap kita junjung tinggi dengan sportifitas.  Hal  ini  berdasarkan rapat musyawarah desa yang  dilaksanakan  pada Hari Minggu, 02 Juli 2009 Pukul 10.00 WIB. Peringatan  ini  sendiri  sifatnya melengkapi peringatan yang dilaksanakan terpusat tersebut.
Banyak   cara  yang  dapat  dilakukan   untuk  memperingati  &  memaknai  hari Kemerdekaan   ini,   antara  lain   dengan   kegiatan   lomba-lomba,   menghias lingkungan,  renungan,  dan  lain-lain.  Kegiatan-kegiatan  tersebut  yang  kami rencanakan untuk dilakukan.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah:

  1. Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-64 dengan melaksanakan kegiatan kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa persatuan.
  2. Memaknai    Kemerdekaan    dengan   kegiatan-kegiatan    yang   bermanfaat dengan menjalin keakraban, persatuan, dan kesatuan
  3. Menjalin silaturrahmi, keakraban, dan kebersamaan antar warga
  4. Mendorong kreativitas anak-anak dan warga desa dimasa mendatang
  5. Peran serta pemuda dalam membangun masyarakat Baca selebihnya »

PENERIMA DANA BANTUAN JASMAS

BIDANG KEAGAMAAN DI DESA KEMAMANG MENDAPATKAN PRIORITAS BANTUAN DANA JASMAS ( JARING ASPIRASI MASYARAKAT ) DARI ANGGARAN APBD BOJONEGORO TAHUN 2009

dprd bojonegoro1. JASMAS DARI AGUS S R (PNBK)

(data besaran bantuan jasmas bisa klik disini)

2. JASMAS DARI PARTAI GOLKAR

(data besaran bantuan bisa jasmas klik disini)

3.JASMAS DARI PKB

(data besaran bantuan jasmas bisa klik disini)

4. JASMAS DARI QOHAR M (PKS)

(data besaran bantuan jasmas bisa klik disini)

5. JASMAS DARI WARTONO

(data besaran bantuan jasmas bisa klik disini)

Data Lengkap Penerima Bantuan Dana JASMAS se Kabupaten Bojonegor0

(klik disini)

atau

Data JASMAS BISA DIDOWNLOAD

DISINI

HASIL PILPRES 2009 DESA KEMAMANG

HASIL AKHIR PEROLEHAN PILPRES 2009 DESA KEMAMANG

Hasil Quick Count Nasional

Hasil Quick Count Nasional

1. PERINCIAN HASIL PEROLEHAN PILPRES 2009 KECAMATAN BALEN

( Hasil Lengkapnya Klik Disini )

2. REKAPITULASI HASIL PILPRES 2009 KECAMATAN BALEN

( Hasil Lengkapnya Klik Disini )

( Download Pilpres 2009 Desa Kemamang Kecamatan Balen Versi Excel )

(Sumber IT Centre Desa Kemamang Kecamatan Balen)

RAPAT AKBAR KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA

BERITA ACARA

RAPAT AKBAR KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA

TANGGAL 23 JUNI 2009

Pada hari ini selasa tanggal dua puluh tiga  bulan juni tahun dua ribu sembilan bertempat di Gedung Islamic Centre  Bojonegoro yang telah dihadiri oleh 343 orang Kepala Desa dan 1047 Perangkat Desa  se Kabupaten Bojonegoro  telah mengadakan rapat akbar membahas PENYATUAN VISI MISI KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA

Hadir dan sebagai Pemimpin Rapat :

1. Drh. SARIF USMAN sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa ( APDESI )  Bojonegoro;

2. RUSMIJAN  sebagai Pengurus Asosiasi Kepala Desa ( AKD ) Bojonegoro, dan

3. WARIMAN sebagai Notulen.

Setelah dilaksanakan Rapat dengan cara penyampaian usulan oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa   dari tiap Daerah Pemilihan disepakati dan diputuskan hal- hal  sebagai berikut:

1. Pemerintah Daerah Bojonegoro Tidak merubah / Revisi PERDA NO.8 tahun 2006 Buku ke Delapan tentang Kedudukan Keuangan Kepala Desa dan Perangkat Desa;

2. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro segera mengalokasikan Tunjangan bagi Aparatuir Pemerintahan Desa diluar Tanah Bengkok yang besarnya minimal sama dengan UMK ( Upah Minimum Kabupaten ) dari APBD secara adil.

3. Menaikan  Alokasi Dana Desa ( ADD ) dari 12,5 % menjadi 15 %  dari bagi hasil pajak daerah dan retribusi serta dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten ;

4. Memprioritaskan Pembangunan Jalan Poros Desa dan  Jalan  Antar Kecamatan Se Kabupaten Bojonegoro;

5. Proses Administrasi Pelayanan JAMKESDA ( Jaminan Kesehatan Daerah ) cukup dibuat Kepala Desa dan diketahui oleh Camat setempat, selanjutnya Penerima JAMKESDA diberikan Kartu PIN.

6. Mempermudah pelayanan Minyak Tanah , Solar selama dipergunakan untuk Usaha Pertanian ( hand traktkor, pompa diesel areal bengawan solo );

7. Memberikan Perlindungan Hukum pada Aparatur Desa,

8. Pengurusan Kartu Susunan Keluarga  ( KSK ) cukup di Kantor Kecamatan;

9. Memperlancar kesidiaan Pupuk untuk Petani; dan

10.Mengklarifikasi beritan di Harian Jawa Pos / Radar Bojonegoro pada tanggal 5 juni 2009 terkait Bengkok Kepala Desa dan Perangkat Desa.

Demikian berita acara Rapat Akbar Kepala Desa dan Perangkat Desa  ini dibuat  untuk di setujui oleh Pejabat Pemerintah Bojonegoro, apabila Keputusan diatas angka 1 (satu)  sampai dengan angka  tidak mendapat persetujuan Pejabat yang berwenang, maka berdasarkan hasil musyawarah rapat kami hanya akan melaksanakan Tugas dan Fungsi Kepala Desa dan Perangkat Desa  untuk Masyarakat sebaliknya kami tidak akan melayani tugas – tugas pembantuan dari Pemerintah / Pemerintah Propinsi / Pemerintah Kabupaten seperti Pajak Bumi dan Bangunan serta Pembantuan-pembantuan  lain   yang tidak rasakan langsung oleh masyarakat.

Bojonegoro, 23 juni 2009

Notulen

WARIMAN

KETUA APDESI DAN PENGURUS  AKD

( Drh. SYARIF USMAN ) DAN ( RUSMIJAN )

Perwakilan Peserta Rapat:

1.                  Kepala Desa Sukorejo             ( H. HADI SUPRAYITNO )

2.                  Kepala Desa Clebung               ( KUSNAN)

3.                  Kepala Desa Malo                     ( EKO )

4.                  Kepala Desa Sraturejo            ( Drs. MOH. SOLIKIN HADI )

5.                  Kepala Desa Dander                ( JUPRIANTO )

6.                  Sekretaris Desa Pejambon    ( M. KHAMIM )

7.                  Kepala Dusun Bakalan           ( …………………..)

8.                  Kepala Dusun  Sidorejo           ( HARTONO )

9.                  Kepala Dusun  Kalirejo            (SUTAJAB )

10.              Kepala Dusun Alasgung            ( M. TAUFIK )

11.              Kepala Dusun Gondang             ( TAJAM )

12.              Kepala Urusan Pembangunan  ( …………………..)

13.              Kepala Urusan Pembangunan  ( …………………..)

14.              Kepala Urusan Pemerintahan Desa ( ……………………… )

15.              Kepala Urusan Pemerintahan Desa ( ……………………… )

16.              Kepala Urusan Kesra Desa           ( …………………..)

17.              Kepala Urusan Kesra Desa           ( …………………..)

18.              Kepala Urusan Keuangan Desa   ( …………………..)

19.              Kepala Urusan Keuangan Desa   ( …………………..)

20.              Kepala Urusan Umum Desa         ( …………………..)

21.              Kepala Urusan Umum Desa          ( …………………..)


TEKNOLOGI TABELA

TEKNOLOGI TABELA (TANAM BENIH LANGSUNG)

Figure 1 TABELATABELA adalah teknologi baru bagi kita. Tabela ( Tanam Benih Langsung ) merupakan salah satu teknik tanam padi.
Pada perkembanganya teknik penyempurnaan Tabela-pun berkembang salah satunya adalah BAYTANI.
Baytani Alat Sebar Benih Padi Sistem Tabela.Baytani singkatan dari Bayer dan petani, atau Bayer – Tabela – Harmani, ini berarti suatu komitmen bahwa Bayer menjadi partner petani dalam bercocok tanam padi sistem tabela yang baik.
Baytani dirancang bangun oleh Harmani Dwidjowinoto pada 2005 yang pada saat itu masih menjadi karyawan PT Bayer Indonesia, Bayer CropScience. Kelebihan Baytani dibandingkan atabela yang sudah ada di antaranya kebutuhan benih lebih sedikit.
Figure 2Tanaman larikan dan ada jarak tanam dalam barisan sehingga tanaman rapi seperti pada sistem pindah tanam. Benih padi tidak akan hilang walaupun turun hujan setelah sebar. Dan populasi tanaman tidak sepadat sistem tabela yang sudah ada sehingga memungkinkan kuantitas dan kualitas produksi lebih baik.
Spesifikasi Baytani
Baytani dibuat dari kayu dan plastik, panjang total 210 cm; lebar 52 cm, tinggi tanpa penarik 52 cm dan berat 11,5 kg. Konstruksinya knock down untuk mempermudah dibawa dalam pengangkutan. Kebutuhan benih 20—25 kg per hektar (ha) dengan kapasitas kerja 3—6 jam per ha tergantung pengalaman operator.Tabung benih terbuat dari pipa paralon dengan ukuran 4 inci. Pada tabung benih terdapat 8 baris
lubang untuk keluarnya benih dengan jarak antarbaris 25 cm. Di dalam tabung dipasang penyekat untuk memisahkan tabung menjadi 4 baris lubang di kanan dan 4 baris lubang di kiri. Tiap baris melingkar paralon terdapat 7 lubang dengan diameter lubang 12 mm dan dilengkapi penutup lubang sehingga memungkinkan hanya lubang paling bawah yang terbuka pada saat dioperasikan Pembuat larikan (marker) terdiri dari kayu
pemegang dan ujung marker terbuat dari plastik.
Keduanya dihubungkan dengan dua baut supaya panjang marker dapat diatur sesuai kedalaman larikan yang diinginkan. Marker dipasang sebaris dengan lubang benih sehingga benih jatuh pada alur dan tertutup oleh lumpur.
Figure 3Roda terbuat dari kayu dengan diameter 50 cm dan tebal 4 cm. Pada roda bagian luar dipasang tujuh sayap segaris dengan lubang benih. Sayap pada roda
berfungsi membuat jarak tanam dalam barisan dan menahan roda agar tidak selip saat ditarik.Pengisian benih dilakukan melalui kedua pusat roda
bagian luar yang dapat dibuka dan ditutup. Agar benih dapat jatuh dengan baik, tabung hanya diisi 70%–80% dari volumenya. Setiap kali mengisi tabung sekitar 6–7 kg benih, masing-masing 3–3,5 kg di
kiri dan kanan, untuk 0,25–0,3 ha sawah.Baytani dirancang bangun dengan harapan, sistem tabela dapat menjadi alternatif dalam bercocok
tanam padi selain sistem pindah tanam. Sekaligus sebagai solusi makin sulitnya tenaga tanam. Dan yang lebih penting, tabela – baytani merupakan teknologi bertanam padi hemat air.Secara teori antara tabela dengan sistem pindah tanam, kebutuhan airnya berbeda.
Pada sistem pindah tanam, yang ditanam adalah bibit sehingga perlu air untuk penggenangan. Jika tidak digenangi, maka bibit akan mati.
Sedangkan pada tabela, biji yang ditanam akan tumbuh dalam situasi aerob, jadi bila digenangi jadi bila digenangi akan mati. Jadi, diperlukan kondisi yang tidak tergenang. Dari sisi bahan yang ditanam saja menunjukkan tabela memang hemat air. Setelah sebar benih sampai umur 19 hari, kondisi lahan hanya macak-macak. Pada umur 10—30 hari, tanaman memasuki masa pertumbuhan. Perbanyakan anakan akan berlangsung bagus bila diberikan air secara berkala 2—3 hari sekali. Air masuk cukup sampai memenuhi caren dan membasahi permukaan guludan. Setelah 30 hari dan seterusnya, tanaman bisa diperlakukan seperti sistem pindah tanam.

*) Berkenaan dengan TABELA klik disini (Full Document)

Figure 4 Figure 5